Khamis, 5 Oktober 2023

WASIAT IMAM SYAFIE AGAR BERPEGANG DENGAN SUNNAH YANG SAHIH

Berikut adalah antara ucapan-ucapan Imam Syafie rahimhullah menerangkan agar berpegang teguh dengan sunnah Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam yang sahih.

Imam Syafie r.h berkata:

أجمع المسلمون على أن من استبان له سنة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم لم يحل له أن يدعها لقول أحد.

“Seluruh kaum muslimin telah bersepakat bahawa orang yang secara jelas telah mengetahui suatu hadis dari Rasulullah tidak halal meninggalkannya demi mengikuti pendapat seseorang.” (Al-Filani, hal 68).

إذا وجدتم في كتابي خلاف سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم فقولوا بسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ودعوا ما قلت. وفي رواية: فاتبعوها ولا تلتفتوا إلى قول أحد.

“Jika kamu menemui dalam kitabku sesuatu yang bertentangan dengan hadis Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam maka hendaklah kamu berkata dengan sunnah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam dan tinggalkanlah pendapatku itu.” Dan dalam riwayat yang lain: “Maka kamu mengikutinya dan janganlah kamu berpaling kepada pendapat seseorang.” (An-Nawawi dalam Al-Majmu’, 1/63)

إذا صح الحديث فهو مذهبي.

“Sekiranya sahih hadis tersebut, maka itulah mazhabku.” (An-Nawawi 1/63)

كل مسألة صح فيها الخبر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم عند أهل النقل بخلاف ما قلت فأنا راجع عنها في حياتي وبعد موتي

“Setiap masalah sahihnya hadis dari Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam menurut ahli hadis itu bertentangan dengan apa yang aku katakan, pasti aku akan menariknya semula sama ada semasa hidupku mahupun setelah kewafatanku.” (Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 9/107)

إذا رأيتموني أقول قولا وقد صح عن النبي صلى الله عليه وسلم خلافه فاعلموا أن عقلي قد ذهب.

“Apabila kamu menetahui aku mengatakan suatu pendapat yang menyalahi hadis Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam yang sahih, ketahuilah bahawa akalku telah hilang.” (Ibn ‘Asakir dengan sanad yang sahih, 15/10/1)

كل ما قلت فكان عن النبي صلى الله عليه وسلم خلاف قولي مما يصح فحديث النبي أولى فلا تقلدوني.

“Setiap perkataanku apabila bertentangan dengan riwayat yang sahih dari Nabi, maka hadis Nabi lebih utama dan jangan bertaqlid kepadaku.” (Ibn ‘Asakir dengan sanad yang sahih, 15/9/2)

كل حديث عن النبي صلى الله عليه وسلم فهو قولي وإن لم تسمعوه مني.

“Setiap hadis yang datang dari Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam maka ia adalah pendapatku walaupun kamu tidak mendengarnya sendiri dariku.” (Ibn Abi Hatim, 93-94)

(Dipetik dari Kertas Kerja Nota Daurah Tahsin Solat yang disampaikan oleh Ustaz Mohd Safwan bin Mohd Rusydi pada 10 November 2019)

Selasa, 23 Mei 2023

DALIL KEHARUSAN MENGAMBIL UPAH DARI RUQYAH


Hadis 1:

Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiallahu'anhu bahwa beberapa orang sahabat Nabi ﷺ mengadakan suatu perjalanan, ketika mereka melewati salah satu perkampungan dari perkampungan Arab, orang-orang kampung tersebut tidak menerima mereka, ketika sikap mereka masih seperti itu seorang pemimpin mereka terkena sengatan kalajengking, lalu mereka pun berkata, 

هَلْ مَعَكُمْ مِنْ دَوَاءٍ أَوْ رَاقٍ

"Apakah diantara kalian ada yang mempunyai obat, atau seorang yang bisa meruqyah?" 

lalu para sahabat Nabi pun berkata, 

إِنَّكُمْ لَمْ تَقْرُونَا وَلَا نَفْعَلُ حَتَّى تَجْعَلُوا لَنَا جُعْلًا

"Sesungguhnya kalian tidak mau menerima kami, maka kamipun tidak akan melakukannya sehingga kalian memberikan imbalan kepada kami, " 

akhirnya mereka pun berjanji akan memberikan beberapa ekor kambing."

Lalu seorang sahabat Nabi membaca Ummul Qur'an dan mengumpulkan ludahnya seraya meludahkan kepadanya hingga laki-laki itu sembuh, kemudian orang-orang kampung itu memberikan kepada para sahabat Nabi beberapa ekor kambing." 

Namun para sahabat Nabi berkata, 

لَا نَأْخُذُهُ حَتَّى نَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

"Kita tidak akan mengambilnya hingga kita bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang hal ini, " 

lalu mereka bertanya kepada Nabi ﷺ tentang pemberian itu hingga membuat beliau tertawa. 

Beliau bersabda, 

وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ خُذُوهَا وَاضْرِبُوا لِي بِسَهْمٍ

"Tidak tahukah bahwa itu ruqyah, ambillah pemberian tersebut dan berilah bagiannya untukku." (HR. Bukhari: 5295) 


Hadis 2:

Dari Ibnu Abbas bahwa beberapa sahabat Nabi ﷺ melewati sumber mata air dimana terdapat orang yang tersengat binatang berbisa, lalu salah seorang yang bertempat tinggal di sumber mata air tersebut datang dan berkata, 

هَلْ فِيكُمْ مِنْ رَاقٍ إِنَّ فِي الْمَاءِ رَجُلًا لَدِيغًا أَوْ سَلِيمًا

"Adakah di antara kalian seseorang yang pandai menjampi? Karena di tempat tinggal dekat sumber mata air ada seseorang yang tersengat binatang berbisa." 

Lalu salah seorang sahabat Nabi pergi ke tempat tersebut dan membacakan Al-Fatihah dengan upah seekor kambing. Ternyata orang yang tersengat tadi sembuh, maka sahabat tersebut membawa kambing itu kepada teman-temannya. Namun teman-temannya tidak suka dengan hal itu, mereka berkata, 

أَخَذْتَ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ أَجْرًا

"Kamu mengambil upah atas kitabullah?" 

setelah mereka tiba di Madinah, mereka berkata, 

 يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخَذَ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ أَجْرًا

"Wahai Rasulullah, ia ini mengambil upah atas kitabullah." 

Maka Rasulullah ﷺ bersabda, 

 إِنَّ أَحَقَّ مَا أَخَذْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا كِتَابُ اللَّهِ

"Sesungguhnya upah yang paling berhak kalian ambil adalah upah karena (mengajarkan) kitabullah." (HR. Bukhari: 5296) 

Ahad, 14 Februari 2021

KAMI DENGAR DAN KAMI TAAT


Firman Allah SWT:

إِنَّمَا كَانَ قَوۡلَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ إِذَا دُعُوۤا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِیَحۡكُم بَیۡنَهُمۡ أَن یَقُولُوا۟ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۚ وَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ

Maksudnya: “Sesungguhnya perkataan yang diucapkan oleh orang-orang yang beriman ketika mereka diajak ke pada Kitab Allah dan Sunnah RasulNya, supaya menjadi hakim memutuskan sesuatu di antara mereka, hanyalah mereka berkata: "Kami dengar dan kami taat": dan mereka itulah orang-orang yang beroleh kejayaan.” [Surah An-Nur 51]

Syeikh Abdul Rahman bin Naasir As-Saadi rahimahullah berkata:

حقيقة، الذين صدقوا إيمانهم بأعمالهم حين يدعون إلى الله ورسوله ليحكم بينهم، سواء وافق أهواءهم أو خالفها، ﴿أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا﴾ أي: سمعنا حكم الله ورسوله، وأجبنا من دعانا إليه، وأطعنا طاعة تامة، سالمة من الحرج.﴿وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴾ حصر الفلاح فيهم، لأن الفلاح: الفوز بالمطلوب، والنجاة من المكروه، ولا يفلح إلا من حكم الله ورسوله، وأطاع الله ورسوله.


“Hakikatnya, orang-orang yang jujur dalam keimanan mereka dengan amalan-amalan mereka ialah ketika diajak kepada Allah dan RasulNya agar Rasul menjadi pemutus hukum di antara mereka, sama ada sesuai dengan hawa nafsu mereka atau pun menyelisihinya, "adalah dengan mereka mengatakan kami dengar dan kami taat", iaitu kami mendengar hukum Allah dan RasulNya, kami menjawab siapa yang menyeru kami kepadanya, kami mentaatinya dengan ketaatan seluruhnya, dan menerima tanpa rasa keberatan. Firman Allah “mereka itulah orang-orang yang beroleh kejayaan”. Hasil kejayaan ada pada mereka. Kerana kejayaan itu adalah: Berjaya mendapat dengan apa yang diminta, berjaya (menjauhi) dari apa yang tidak disukai, dan tidak ada kejayaan melainkan berhukum dengan Allah dan RasulNya, dan mentaati Allah dan RasulNya.” (Taisir Karim Ar-Rahman @ Tafsir As-Saadi)

Adapun orang-orang Yahudi maka mereka pernah diperintahkan agar mengikuti hukum yang diturunkan kepada Nabi Musa AS, namun mereka mengucapkan "Kami dengan dan kami menderhaka". 

Firman Allah SWT:

وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِیثَـٰقَكُمۡ وَرَفَعۡنَا فَوۡقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُوا۟ مَاۤ ءَاتَیۡنَـٰكُم بِقُوَّةࣲ وَٱسۡمَعُوا۟ۖ قَالُوا۟ سَمِعۡنَا وَعَصَیۡنَا وَأُشۡرِبُوا۟ فِی قُلُوبِهِمُ ٱلۡعِجۡلَ بِكُفۡرِهِمۡۚ قُلۡ بِئۡسَمَا یَأۡمُرُكُم بِهِۦۤ إِیمَـٰنُكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِینَ

Maksudnya: “Dan (ingatlah) ketika Kami mengikat perjanjian setia dengan kamu semasa Kami angkatkan bukit Tursina itu ke atas kamu (sambil kami berfirman): "Ambillah (dan amalkanlah ajaran Kitab Taurat) yang Kami berikan kepada kamu itu dengan bersungguh-sungguh, dan dengarlah (apa yang diperintahkan kepada kamu dengan mematuhinya)". Mereka menjawab: "Kami dengar, dan kami menderhaka". Sedang kegemaran menyembah (patung) anak lembu itu telah mesra dan sebati di dalam hati mereka, dengan sebab kekufuran mereka. Katakanlah (wahai Muhammad):" Amatlah jahatnya apa yang disuruh oleh iman kamu itu kalaulah kamu orang-orang yang beriman".” [Surah Al-Baqarah 93]

Amat berbeza sekali ucapan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang kufur ingkar kepada perintah Allah melalui lisan para RasulNya. 

Firman Allah SWT:

مِّنَ ٱلَّذِینَ هَادُوا۟ یُحَرِّفُونَ ٱلۡكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِۦ وَیَقُولُونَ سَمِعۡنَا وَعَصَیۡنَا وَٱسۡمَعۡ غَیۡرَ مُسۡمَعࣲ وَرَ ٰ⁠عِنَا لَیَّۢا بِأَلۡسِنَتِهِمۡ وَطَعۡنࣰا فِی ٱلدِّینِۚ وَلَوۡ أَنَّهُمۡ قَالُوا۟ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَا وَٱسۡمَعۡ وَٱنظُرۡنَا لَكَانَ خَیۡرࣰا لَّهُمۡ وَأَقۡوَمَ وَلَـٰكِن لَّعَنَهُمُ ٱللَّهُ بِكُفۡرِهِمۡ فَلَا یُؤۡمِنُونَ إِلَّا قَلِیلࣰا

“Di antara orang-orang Yahudi ada yang mengubah (atau menukar ganti) Kalamullah (isi Kitab Taurat), dari tempat dan maksudnya yang sebenar, dan berkata (kepada Nabi Muhammad): "Kami dengar", (sedang mereka berkata dalam hati): "Kami tidak akan menurut". (Mereka juga berkata): "Tolonglah dengar, tuan tidak diperdengarkan sesuatu yang buruk", serta (mereka mengatakan): "Raaeina"; (Tujuan kata-kata mereka yang tersebut) hanya memutar belitkan perkataan mereka dan mencela ugama Islam. Dan kalaulah mereka berkata: "Kami dengar dan kami taat, dan dengarlah serta berilah perhatian kepada kami", tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih betul. Akan tetapi Allah melaknat mereka dengan sebab kekufuran mereka. Oleh itu, mereka tidak beriman kecuali sedikit sahaja (di antara mereka).” [Surah An-Nisa' 46]

Semoga kita termasuk dikalangan orang-orang yang beriman yang setiasa tunduk dan patuh pada perintah Allah SWT yang sedaya upaya semampu kita melaksanakan perintahNya tanpa berasa berat untuk mengamalkannya, tanpa mengedepankan hawa nafsu yang tidak pernah puas.

Firman Allah SWT:

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَاۤ أُنزِلَ إِلَیۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰۤىِٕكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَیۡنَ أَحَدࣲ مِّن رُّسُلِهِۦۚ وَقَالُوا۟ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَیۡكَ ٱلۡمَصِیرُ

“Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya. (Mereka berkata): "Kami tidak membezakan antara seorang dengan yang lain Rasul-rasulnya". Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan kami, dan kepadaMu jualah tempat kembali".” [Surah Al-Baqarah 285]

(*) Unit Media dan Dakwah Pertubuhan Kebajikan An-Najiyah Sabah.

Selasa, 9 Februari 2021

AMALKAN ISLAM SECARA KESELURUHAN


Allah memerintahkan kepada hamba-hambaNya yang beriman kepadaNya dan membenarkan RasulNya, hendaklah mereka berpegang teguh kepada tali Islam dan semua syariatnya serta mengamalkan semua perintahnya dan meninggalkan semua larangannya dengan segala kemampuan yang ada pada mereka.

Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, Tawus, Ad-Dahhak, Ikrimah, Qatadah, As-Suddi, dan Ibnu Zaid sehubungan dengan firman-Nya: "masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhannya." (Al-Baqarah: 208) Yang dimaksud dengan as-silmi ialah agama Islam.

Ad-Dahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Abul Aliyah, dan Ar-Rabi' ibnu Anas sehubungan dengan firman-Nya: "masuklah kalian ke dalam Islam." (Al-Baqarah: 208) Yang dimaksud dengan as-silmi ialah taat. Qatadah mengatakan pula bahawa yang dimaksud dengan as-silmi ialah berserah diri.

Lafaz kaffah menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Abul Aliyah, Ikrimah, Ar-Rabi' ibnu Anas, As-Suddi, dan Muqatil ibnu Hayyan, Qatadah dan Ad-Dahhak ertinya keseluruhannya (semuanya)

Mujahid mengatakan makna ayat ialah berkerjalah kalian dengan semua amal dan semua sudut kebajikan.

Ikrimah menduga bahawa ayat ini diturunkan berkenaan dengan segolongan orang dari kalangan orang-orang Yahudi dan lain-lainnya yang masuk Islam, seperti Abdullah ibnu Salam, Asad ibnu Ubaid, dan Tha'labah serta segolongan orang-orang yang meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk melakukan kebaktian pada hari Sabtu dan membaca kitab Taurat di malam hari.

Maka Allah memerintahkan mereka agar mendirikan syiar-syiar Islam dan menyibukkan diri dengannya serta melupakan hal lainnya.

Mengenai keterlibatan Abdullah ibnu Salam bersama mereka, masih perlu dipertimbangkan kebenarannya, kerana mustahil dia meminta izin kepada Rasulullah untuk melakukan kebaktian di hari Sabtu, sedangkan dia selain memiliki iman yang sempurna; juga telah membuktikan bahawa hari Sabtu itu telah dimansuh, dihapuskan, dan dibatalkan, kemudian diganti dengan hari-hari raya Islam.

Dari kalangan mufassirin ada orang yang menjadikan firman-Nya, "Kaffah," sebagai hal (keterangan keadaan) dari lafaz ad-dakhilin, yakni masuklah kalian semua ke dalam Islam.

Tetapi pendapat yang benar adalah pendapat yang pertama, iaitu yang mengatakan bahawa mereka diperintahkan untuk mengamalkan semua cabang iman dan syariat Islam yang banyak sekali dengan segenap kemampuan yang mereka miliki.

Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abu Hatim, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnus Sabbah, telah menceritakan kepadaku Al-Haisam ibnu Yaman, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Zakaria, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Aun, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhannya." (Al-Baqarah: 208) Dengan lafaz kaffah yang dibaca nasab (dengan harakat/baris atas) menurut qiraatnya, yang dimaksud dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang mukmin dari kalangan Ahli Kitab. Kerana sesungguhnya sekalipun telah beriman kepada Allah, mereka masih tetap berpegang kepada sebahagian perkara kitab Taurat dan syariat-syariat yang diturunkan di kalangan mereka. Maka Allah SWT menurunkan firman-Nya: "masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhannya." (Al-Baqarah: 208) Yakni masuklah kalian ke dalam syariat Nabi Muhammad SAW dan janganlah kalian meninggalkan sesuatu pun yang ada padanya, dan tinggalkanlah apa yang ada di dalam kitab Taurat. Kalian hanya dituntut untuk beriman kepadanya sahaja, dan itu sudah cukup bagi kalian.

(Nukilan beserta suntingan dari Terjemahan Tafsir Al-Quran Al-Azhim @ Tafsir Ibnu Kathir)

Semoga bermanfaat.

(*) Disediakan oleh Unit Dakwah dan Media An-Najiyah.

Risalah Dari Allah Wajib Diterima Dengan Sepenuhnya


Firman Allah SWT:

فَلا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيما شَجَرَ بَيْنَهُمْ

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan. (An-Nisa: 65)

Allah SWT bersumpah dengan menyebut diriNya Yang Maha Mulia lagi Maha Suci, bahawa tidaklah beriman seseorang sebelum dia menjadikan Rasul SAW sebagai hakimnya dalam semua urusannya. Semua yang diputuskan oleh Rasul SAW adalah perkara yang hak dan wajib diikuti zahir dan batin. 

Oleh kerana itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (An-Nisa: 65)

Dengan kata lain, apabila mereka meminta keputusan hukum darimu, maka mereka mentaatinya dengan tulus ikhlas sepenuh hati mereka, dan dalam hati mereka tidak terdapat suatu keberatan pun terhadap apa yang telah engkau putuskan; mereka tunduk kepadanya secara zahir batin serta menerimanya dengan sepenuhnya, tanpa ada rasa yang menjanggalkan, tanpa ada penolakan, dan tanpa ada sedikit pun rasa menentangnya. Seperti yang dinyatakan di dalam sebuah hadis yang mengatakan:

"وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ"

Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggamanNya, tidak sekali-kali seseorang di antara kalian beriman sebelum keinginannya mengikuti keputusan yang telah ditetapkan olehku.

(Rujukan: Tafsir Al-Quran Al-Azhim @ Tafsir Ibnu Kathir)

Selasa, 13 Oktober 2020

TABUNG SUMBANGAN COVID-19 DI BUKA SEMULA





Jom berkongsi rezeki bersama saudara-saudara kita yang terjejas sumber ekonomi disebabkan PKPB covid 19 ini. Semoga dengan bantuan dari anda semua dapat mengurangkan sedikit beban keluarga yang terkesan ini.

Soroti laporan agihan sumbangan PKP Covid19 An-Najiyah fasa 1 sehingga 10 di laman fb rasmi An-Najiyah iaitu An-Najiyah Channel. Bantu dan sokong page fb An-Najiyah dengan 'like' dan kongsikan kepada sahabat-sahabat yang lain agar lebih ramai beroleh manfaat.

Salurkan sumbangan anda melalui:
Pertubuhan Kebajikan An-Najiyah Sabah
No. Akaun: 10052010119344
Bank: Bank Islam

Ikuti kami di media sosial:
FB
TELEGRAM
INSTAGRAM
TWITTER
BLOG

Rabu, 30 September 2020

27/09/2020 (AHAD): Menyantuni Asnaf & Infaq Kelas Mengaji Al-Quran




Kali ini skuad An-Najiyah berkunjung ke daerah Ranau & Kundasang.

Dalam misi kali ini ke kampung Veha, Ranau, kami telah menyantuni 3 keluarga asnaf yang ketiga-tiganya mempunyai masalah kesihatan.

KELUARGA 1
Keluarga pertama yang kami kunjungi merupakan seorang suami dengan 2 orang isteri. Suami yang berumur 90 tahun seorang yang lumpuh, kurang daya penglihatan dan terpaksa membuang kencing melalui hos/paip.

Seorang isteri beliau buta kedua mata manakala seorang lagi separah lumpuh. Keluarga ini dijaga oleh anak saudara mereka dan difahamkan ada mendapat bantuan kebajikan.

KELUARGA 2
Keluarga kedua, Puan Noraliza setahun yang lalu sihat menjaga 5 orang anak. Takdir Allah suami beliau dijatuhkan hukuman penjara 10 tahun atas sebab tertentu. Sepanjang 10 tahun si isteri bekerja sendiri mengambil upah untuk menyara keluarga.

Setelah suami keluar dari penjara awal tahun lalu, Allah menguji keluarga ini sekali lagi dengan si isteri jatuh sakit bahagian otak. Kesan dari penyakit tersebut si isteri lumpuh separuh badan, pergerakan terbatas, hilang ingatan dan penglihatan kabur. Makanan hanya minum susu tepung, bubur dan biskut.

Alhamdulillah keluarga ini mendapat bantuan e-Kasih. Sekarang ini keluarga ini menumpang di rumah mertua isteri. Si suami hanya bekerja sebagai buruh kasar di kampung agar dapat menjaga si isteri.

KELUARGA 3
Keluarga ketiga kami kunjungi dikenali dengan nama Pak Adul. Beliau menghidap penyakit kencing manis dan buah pinggang serta komplikasi penyakit lain. Keadaan beliau sukar berjalan dan tinggal di rumah sendirian.

Sebelum ini beliau bekerja sebagai petani tetapi sudah beberapa tahun tidak bekerja kerana sakit. Sumber pendapatan beliau terbatas sehingga membeli susu tepung dan makanan lain agak sukar kerana tiada pendapatan tetap.

***
Kesemua asnaf ini kami telah sumbangkan barang keperluan yang boleh bertahan selama 2 bulan. Antaranya seperti lampin dewasa, barang makanan, tikar getah, susu dan keperluan lain.

Semoga dengan sedikit bantuan ini dapat mengurangkan bebanan ketiga-tiga keluarga ini.

WAQAF
Akhir sekali kami menghantar sumbangan di satu halaqah Al-Quran dan Fardhu Ain muslimat di kampung Karengguh Kundasang.

Sebelum itu, mereka menghubungi dan memberitahu kami bahawa mereka memerlukan bahan-bahan untuk kelas mengaji Al-Quran.

Kami memberikan maklumbalas positif. Skuad An-Najiyah berjaya menyediakan bahan untuk kelas mengaji antaranya kitab Al-Quran, Iqra', Al-Hira', sejadah, telekung dan rehal.

***
Kami mengucapkan jutaan terima kasih kepada penyumbang yang sudi menyalurkan sumbangan ke Pertubuhan kebajikan An-Najiyah Sabah.

Dan tidak lupa kepada sahabat kami Suridin Marman yang telah menaja kenderaan Van untuk kegunaan misi ini. Sesiapa yang ingin mencari kereta sewa bolehlah menghubungi sahabat kami @suridinmarman In syaa Allah kenderaannya bersih dan harga boleh runding.

***
Sumbangan dakwah dan kebajikan An Najiyah boleh di salurkan ke Akaun :

1005 2010 119344 (Bank Islam)
Pertubuhan Kebajikan An-Najiyah Sabah

Rabu, 23 September 2020

Mereka masih menggunakan dapur kayu untuk memasak




Ahad, 20 September 2020 : Laporan Aktiviti Kebajikan An-Najiyah.

Pada hari isnin lepas (minggu ini), ketika salah seorang dari ahli An-Najiyah sedang memandu di waktu hujan yang sangat lebat, beliau terserempak dengan seorang lelaki yang agak tua bersama seorang kanak² berjalan bergegas dalam keadaan kehujanan.

Beliau berhenti lalu tumpangkan mereka sehingga orang tua tersebut meminta untuk diturunkan di pinggir jalan.

Melihat keadaan mereka yang terlalu dhoif pada ketika itu, sahabat tadi memaklumkan kepada beberapa ahli An-Najiyah peristiwa tersebut untuk tindakan kebajikan.

Berbekalkan maklumat yang ada, pada khamis yang lalu, kami (beberapa orang ahli An-Najiyah) berusaha untuk menjejaki rumah mereka dan Alhamdulillah dengan izin Allah SWT setelah mencari² di sekitar kawasan tempat mereka turun berhenti, akhirnya kami temui kediaman orang tua tersebut.

***




Kami menemu bual anak² yang ada di situ dan dari maklumat yang kami perolehi, mereka mempunyai 10 orang adik beradik. Dalam keadaan pekerjaan si ayah yang tidak menentu, 5 orang dari sebahagian adik beradik ini tinggal bersama ayah mereka.

Sewaktu kami datang, ayah dan seorang anaknya tidak berada di rumah dan mungkin sedang mencari kerja untuk mendapatkan sesuap nasi sebagai alas perut buat seisi keluarga.

Namun kami dimaklumkan, 5 adik beradik yang lain tinggal bersama ibunya. Walaubagaimana pun kami tidak mengetahui status bagi pasangan tersebut.




Kami agak sedih ketika kami melihat rumah mereka. Keadaan hidup mereka amat menyedihkan. Mereka masih menggunakan dapur kayu untuk memasak dan kesemuanya diletakkan di atas lantai tanpa alas. 




Kami lihat periuk nasi mereka kosong dan tidak ada sebarang makanan yang tersisa untuk dimakan. Mereka tidak mempunyai kenderaan dan telefon untuk berkomunikasi dan mereka memaklumkan akan berjalan sejauh 10km untuk mendapat kedai yang terdekat bagi membeli keperluan asas untuk meneruskan kehidupan.

Sedih kami melihat keadaan mereka. Atas rasa simpati dan tanggungjawab, sempat kami titipkan barang keperluan dapur serta sedikit wang untuk perbelanjaan mereka. Moga-moga ia dapat meringankan sedikit bebanan untuk beberapa ketika. 

***
Kami mengalu-alukan kepada pembaca yang budiman agar kita sama² dapat berinfaq untuk membantu insan-insan yang sangat memerlukan. 

Bagi mereka yang ingin berinfaq melalui pertubuhan kami, anda boleh menyalurkan sumbangan melalui akaun dibawah. Insyaa Allah, Pertubuhan Kebajikan An-Najiyah Sabah akan melaksanakan amanah ini dengan sebaik mungkin untuk membantu insan-insan yang dalam kesusahan.

Sumbangan boleh disalurkan ke akaun:
1005 2010 119344 (Bank Islam)
Pertubuhan Kebajikan An-Najiyah Sabah

Sumbangan Buku Iqra'



20hb Sept 2020: Sumbangan Buku Iqra'

Ahamdulillah..
Sumbangan berapa buku Iqra' telah berjaya diserahkan kepada guru al-Quran di sebuah kampung kawasan Sepanggar.

Beberapa hari sebelum itu, pihak An-Najiyah telah mendapat maklumat bahawa kelas al-Quran tersebut berhadapan dengan kekangan dari sudut kekurangan buku Iqra' sebagai bahan utama dalam pembelajaran al-Quran.

Ini kerana rata-rata pelajar kelas al-Quran tersebut kurang berkemampuan untuk membeli buku Iqra' menyebabkan mereka berganti-ganti menggunakan buku Iqra' yang ada.

An-Najiyah mengambil inisiatif untuk mendapatkan kesahihan maklumat dengan menghubungi guru kelas al-Quran tersebut.

"Kelas tersebut memerlukan kitab Iqra' untuk anak-anak yang datang ke kelas tersebut. Kebanyakkan anak-anak terdiri dari orang yang kurang berkemampuan".

Semoga dengan sumbangan yang kecil ini dapat memberi manfaat yang besar kepada anak-anak di sana mempelajari al-Quran dengan lebih baik dan selesa.

***
Sumbangan Dakwah boleh di salurkan ke akaun :

1005 2010 119344 (Bank Islam)
Pertubuhan Kebajikan An-Najiyah Sabah

Rabu, 22 Julai 2020

*SUMBANGAN DAN TAJAAN DANA PEMBUKAAN PUSAT PENGAJIAN AN-NAJIYAH*

Klik pada gambar untuk menyumbang secara Onpay

Pertubuhan Kebajikan An-Najiyah Sabah (PPM-005-12-07122018) dalam usaha ke arah 'Memandaikan Ummah' sedang berusaha mengumpul sasaran dana sebanyak *RM10,000* untuk membuka premis baru di *Polytechnic Commersial Centre Jalan Sulaman KKIP*.

*Premis ini bertujuan sebagai:*
1. Bilik gerakan An-Najiyah.
2. Kelas al-quran untuk golongan asnaf.
3. Kelas pengajian muslimah.
4. Kelas bahasa arab.
5. Kelas tuisyen pelbagai subjek.
6. Kelas pengajian-pengajian yang lain.

*Dana RM10,000 ini adalah bertujuan untuk:*
1. Bayaran deposit sewa kedai: 2+1 RM2,250.
2. Utiliti: RM1000
3. Pembelian kerusi/meja
4. Pembelian alat bantuan mengajar
5. Keperluan-keperluan lain.

Orang ramai/syarikat/badan korperat/NGO yang berminat untuk membuat sumbangan atau tajaan boleh menyalurkan sumbangan melalui akaun:

*Pertubuhan Kebajikan An-Najiyah Sabah*
No. Akaun: *10052010119344*
Bank: *Bank Islam*

Pihak pengurusan Pertubuhan Kebajikan An-Najiyah Sabah mengucapkan setinggi-tinggi penghargaan di atas sokongan dan sumbangan tuan/puan yang budiman.

---
Firman Allah SWT yang bermaksud:
"Bandingan derma orang-orang yang membelanjakan hartanya pada jalan Allah ialah sama seperti biji benih yang tumbuh menerbitkan tujuh tangkai, tiap-tiap satu tangkai itu pula mempunyai seratus biji. Dan ingatlah Allah akan melipat gandakan pahala bagi sesiapa yang dikehendakiNya dan Allah Maha Luas rahmat kurnia-Nya, lagi Meliputi Ilmu Pengetahuan-Nya".
*(Surah al-Baqarah ayat 261)*

---
Sebarang pertanyaan hubungi :
- Ust. Safwan Rusydi (Pengerusi): 014 657 5886
- Dr. Issraq Ramli (Penaung): 013 362 3688


Isnin, 4 Mei 2020

LEBIH RAMAI BEROLEH MANFAAT : MISI FASA KE 7

TABUNG SUMBANGAN COVID-19 FASA 7 & INFAQ RAMADHAN 1441H



Jom sama-sama menjayakan misi fasa ke 7 agar lebih ramai golongan asnaf mendapat manfaat disamping berinfaq di bulan yang penuh berkah.

Soroti laporan agihan sumbangan PKP Covid19 An-Najiyah fasa 1 sehingga 6 di laman fb rasmi An-Najiyah iaitu An-Najiyah Channel. Bantu dan sokong page fb An-Najiyah dengan 'like' dan kongsikan kepada sahabat-sahabat yang lain agar lebih ramai beroleh manfaat.

Salurkan sumbangan anda melalui:
Pertubuhan Kebajikan An-Najiyah Sabah
No. Akaun: 10052010119344
Bank: Bank Islam

Ikuti kami di media sosial:
FB
fb.me/annajiyahsabah
TELEGRAM
telegram.me/annajiyahsabah
INSTAGRAM
instagram.com/annajiyahsabah
TWITTER
twitter.com/annajiyahsabah
BLOG
annajiyahsabah.blogspot.com

Sabtu, 18 April 2020

SUMBANGAN PKP FASA 4

SUMBANGAN PKP FASA 4
18 April 2020


Kota Kinabalu: Agihan sumbangan PKP Covid-19 fasa ke-4 & Ambang Ramadhan An-Najiyah dengan kerjasama Dakwah Channel MRJ Team sekitar Kota Kinabalu - Tuaran sedang berjalan dengan pengawasan anggota RELA. Semoga semuanya dipermudahkan & berjalan dengan lancar.

#DoakanKami
#SumbanganPKPCovid19Fasa4
#SumbanganAmbangRamadhan
#TerimaKasihKepadaYangTelahMenyumbang
#DakwahChannelMRJTeam

Kenali sahabat An-Najiyah:
Dakwah Channel MRJ Team
https://www.facebook.com/Dakwah-Channel-MRJ-Team-491696167869495/

Ikuti perkembangan kami di media sosial:
FB
fb.me/annajiyahsabah
TELEGRAM
telegram.me/annajiyahsabah
INSTAGRAM
instagram.com/annajiyahsabah
TWITTER
twitter.com/annajiyahsabah
BLOG
annajiyahsabah.blogspot.com

Jumaat, 17 April 2020

TAFSIR SURAH AL-BAQARAH AYAT 183-184

PUASA UMAT TERDAHULU 3 HARI SETIAP BULAN



Berkata Ibnu Kathir melanjutkan tafsiran ayat 183:

ثُمَّ بَيَّنَ مِقْدَارَ الصَّوْمِ، وَأَنَّهُ لَيْسَ فِي كُلِّ يَوْمٍ، لِئَلَّا يَشُقَّ عَلَى النُّفُوسِ فَتَضْعُفَ عَنْ حَمْلِهِ  وَأَدَائِهِ، بَلْ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ. وَقَدْ كَانَ هَذَا فِي ابْتِدَاءِ الْإِسْلَامِ يَصُومُونَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ، ثُمَّ نُسِخَ ذَلِكَ بِصَوْمِ شَهْرِ رَمَضَانَ...

وَقَدْ رُوي أَنَّ الصِّيَامَ كَانَ أَوَّلًا كَمَا كَانَ عَلَيْهِ الْأُمَمُ قَبْلَنَا، مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ -عَنْ مُعَاذٍ، وَابْنِ مَسْعُودٍ، وَابْنِ عَبَّاسٍ، وَعَطَاءٍ، وَقَتَادَةَ، وَالضَّحَّاكِ بْنِ مُزَاحِمٍ. وَزَادَ: لَمْ يَزَلْ هَذَا مَشْرُوعًا مِنْ زَمَانِ نُوحٍ إِلَى أَنْ نَسَخ اللَّهُ ذَلِكَ بِصِيَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ.
وَقَالَ عَبَّادُ بْنُ مَنْصُورٍ، عَنِ الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ * أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ﴾ فَقَالَ: نَعَمْ، وَاللَّهِ لَقَدْ كُتب الصِّيَامُ عَلَى كُلِّ أُمَّةٍ قَدْ خَلَتْ كَمَا كُتِبَ  عَلَيْنَا شَهْرًا كَامِلًا وَأَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ: عَدَدًا مَعْلُومًا. 

“Kemudian Allah SWT menjelaskan batas hari-hari yang dilakukan padanya puasa, hal itu dilakukan bukan setiap hari agar tidak berat dikerjakan yang nanti akan mengakibatkan tubuh menjadi lemah dalam menunaikannya, melainkan hanya dalam beberapa hari tertentu. Demikianlah cara ibadah puasa pada permulaan Islam, iaitu mereka melakukan puasa tiga hari setiap bulan. Kemudian hal ini diganti (mansuh) oleh perintah puasa bulan Ramadan sepenuhnya...

Sesungguhnya telah diriwayatkan bahwa ibadah puasa pada permulaan Islam dilakukan sebagaimana yang biasa dilakukan oleh umat-umat terdahulu sebelum kita, iaitu setiap bulannya tiga hari. Riwayat ini dari Mu'az, Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, Ato, Qatadah, dan Ad-Dahhak Ibnu Muzahim. Puasa demikian masih terus berlangsung sejak zaman Nabi Nuh a.s. sampai Allah menasakhkannya  dengan puasa bulan Ramadan.

Abbad ibnu Mansur meriwayatkan dari Al-Hasan Al-Basri sehubungan dengan makna firmanNya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa, (iaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.” (Al-Baqarah: 183-184) 

Maka Al-Hasan Al-Basri mengatakan, "Memang benar, demi Allah, sesungguhnya ibadah puasa diwajibkan atas semua umat yang telah lalu, sebagaimana diwajibkan atas kita sebulan penuh; yang dimaksudkan dengan ayyaamam ma'dudat ialah hari-hari tertentu yang telah dimaklumi." (Tafsir Ibnu Katshir)

GOLONGAN YANG WAJIB BERPUASA RAMADAN

Allah berfirman:

أَيَّامٗا مَّعۡدُودَٰتٖۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدۡيَةٞ طَعَامُ مِسۡكِينٖۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيۡرٗا فَهُوَ خَيۡرٞ لَّهُۥۚ وَأَن تَصُومُواْ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ

“(Puasa yang diwajibkan itu ialah beberapa hari yang tertentu; maka sesiapa di antara kamu yang sakit, atau dalam musafir, (bolehlah ia berbuka), kemudian wajiblah ia berpuasa sebanyak (hari yang dibuka) itu pada hari-hari yang lain; dan wajib atas orang-orang yang tidak terdaya berpuasa (kerana tua dan sebagainya) membayar fidyah iaitu memberi makan orang miskin. Maka sesiapa yang dengan sukarela memberikan (bayaran fidyah) lebih dari yang ditentukan itu, maka itu adalah suatu kebaikan baginya; dan (walaupun demikian) berpuasa itu lebih baik bagi kamu daripada memberi fidyah), kalau kamu mengetahui.” (Surah Al-Baqarah, Ayat 184)

Tafsir Al-Muyassar :

فرض الله عليكم صيام أيام معلومة العدد وهي أيام شهر رمضان. فمن كان منكم مريضًا يشق عليه الصوم، أو مسافرًا فله أن يفطر، وعليه صيام عدد من أيام أُخَر بقدر التي أفطر فيها. وعلى الذين يتكلفون الصيام ويشقُّ عليهم مشقة غير محتملة كالشيخ الكبير، والمريض الذي لا يُرْجَى شفاؤه، فدية عن كل يوم يفطره، وهي طعام مسكين، فمن زاد في قدر الفدية تبرعًا منه فهو خير له، وصيامكم خير لكم -مع تحمُّل المشقة- من إعطاء الفدية، إن كنتم تعلمون الفضل العظيم للصوم عند الله تعالى

“Allah mewajibkan atas kamu puasa di hari-hari tertentu, iaitu hari-hari di bulan Ramadhan. Sesiapa di antara kamu yang sakit sehingga puasa memberatkannya atau dia bermusafir, maka dia boleh berbuka dan dia wajib menggantikannya di hari lain sejumlah hari-hari di mana dia berbuka darinya. Orang-orang yang memaksakan diri untuk berpuasa, di mana puasa sangat memberatkannya dan dia tidak sanggup memikulnya seperti lanjut usia dan orang yang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh. Maka dia hendaklah membayar fidyah untuk setiap hari di mana dia tidak berpuasa padanya, iaitu memberi makan kepada orang yang memerlukan serta tidak memiliki apa-apa yang mencukupkannya dan menutupi keperluannya. Sesiapa yang memberikan jumlah lebih dari fidyah wajibnya dengan sukarela maka itu lebih baik baginya. Puasa kamu dengan memikul kesulitan adalah lebih baik bagi kamu daripada memberikan fidyah, apabila kamu mengetahui keutamaan yang agung  pada berpuasa di sisi Allah.”

_______________________

Dijemput juga untuk menyertai media sosial kami berikut ini:

Khamis, 16 April 2020

TAFSIR SURAH AL-BAQARAH AYAT 183

PUASA KEFARDUAN UMAT TERDAHULU

Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang dahulu daripada kamu, supaya kamu bertaqwa.” (Surah Al-Baqarah, Ayat 183)

Tafsiran ayat dari kitab-kitab tafsir terkenal.

1. Tafsir Al-Muyassar:


يا أيها الذين صدَّقوا الله ورسوله وعملوا بشرعه، فرض الله عليكم الصيام كما فرضه على الأمم قبلكم لعلكم تتقون ربكم، فتجعلون بينكم وبين المعاصي وقاية بطاعته وعبادته وحده.

“Wahai orang-orang yang beriman yang membenarkan Allah dan RasulNya dan mengerjakan syariatNya, Allah mewajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana Dia telah mewajibkannya atas umat-umat sebelum kamu, mudah-mudahan kamu beroleh ketakwaan kepada Tuhan kamu. Sehingga kamu dapat menjadikan di antara kamu dengan perbuatan maksiat sebagai suatu penghalang melalui ketaatan kepadaNya dan ibadah kepadaNya semata-mata.”

 2. Tafsir Ibnu Kathir:

يَقُولُ تَعَالَى مُخَاطِبًا لِلْمُؤْمِنِينَ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ وَآمِرًا لَهُمْ بِالصِّيَامِ، وَهُوَ: الْإِمْسَاكُ عَنِ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ وَالْوِقَاعِ بِنِيَّةٍ خَالِصَةٍ لِلَّهِ  عَزَّ وَجَلَّ، لِمَا فِيهِ مِنْ زَكَاةِ النَّفْسِ وَطَهَارَتِهَا وَتَنْقِيَتِهَا مِنَ الْأَخْلَاطِ الرَّدِيئَةِ وَالْأَخْلَاقِ الرَّذِيلَةِ. وَذَكَرَ أَنَّهُ كَمَا أَوْجَبَهُ عَلَيْهِمْ فَقَدْ أَوْجَبَهُ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَهُمْ، فَلَهُمْ فِيهِ أُسْوَةٌ، وَليَجتهد هَؤُلَاءِ فِي أَدَاءِ هَذَا الْفَرْضِ أَكْمَلَ مِمَّا فَعَلَهُ أُولَئِكَ

“Melalui ayat ini Allah SWT berbicara kepada orang-orang mukmin dari kalangan umat ini dan memerintahkan kepada mereka berpuasa, iaitu menahan diri dari makan dan minum serta bersetubuh dengan niat yang ikhlas kerana Allah SWT. Ini kerana di dalam berpuasa terkandung hikmah membersihkan jiwa, menyucikannya serta membebaskannya dari percampuran yang buruk (bagi kesihatan tubuh) dan akhlak-akhlak yang rendah.

Allah menyebutkan bahawasanya sebagaimana puasa diwajibkan atas mereka, sesungguhnya Allah pun telah mewajibkannya atas umat-umat sebelum mereka. Dengan demikian, bererti mereka mempunyai teladan dalam berpuasa, dan hal ini memberikan semangat kepada mereka dalam menunaikan kewajiban ini, iaitu dengan pelaksanaan yang lebih sempurna dari apa yang telah ditunaikan oleh orang-orang sebelum mereka.”

3.Tafsir Jalalayn:



{ ياأيها الذين ءَامَنُواْ كُتِبَ } فرض { عَلَيْكُمُ الصيام كَمَا كُتِبَ عَلَى الذين مِن قَبْلِكُمْ } من الأمم { لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ } المعاصي فإنه يكسر الشهوة التي هي مبدؤها .

“(Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu) di antara umat manusia (agar kamu bertakwa) maksudnya menjaga diri dari maksiat, kerana puasa itu dapat membendung syahwat yang menjadi pangkal sumber kemaksiatan itu.”

#siritafsirquran

#tadabbur
#tafsirpilihan
#qurandanhadis


Dijemput juga untuk menyertai media sosial kami berikut ini:

Sumbangan Fasa Ke-3

Pertubuhan Kebajikan An-Najiyah Sabah telah menyerahkan sumbangan Covid-19 fasa ke-3 sekitar putatan, kolombong, inanam, rampaian,sulaman, unggun, lokub, dan telipok.



Jazakumullahu Khairan Kathira kepada para penyumbang.


Kita memohon agar Wabak Covid-19 ini segera di angkat (dihilangkan) oleh Allah SWT agar kelak keadaan pulih seperti biasa semula. Amin


AGIHAN SUMBANGAN AN-NAJIYAH PKP COVID19 FASA 4 & AMBANG RAMADHAN

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.




Pertubuhan Kebajikan An-Najiyah Sabah (PPM-005-12-07122018) mengalu-alukan sumbangan dari mana-mana individu/organisasi untuk sama-sama meringankan beban golongan asnaf yang terkesan akibat Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) sekitar daerah Kota Kinabalu - Tuaran sekaligus memberi makan berbuka puasa di bulan ramadhan yang akan tiba.

Salurkan sumbangan anda ke:

Pertubuhan Kebajikan An-Najiyah Sabah
No. Akaun: 10052010119344
Bank: Bank Islam


Ikuti kami di media sosial An-Najiyah Sabah

FB
fb.me/annajiyahsabah
TELEGRAM
telegram.me/annajiyahsabah
INSTAGRAM
instagram.com/annajiyahsabah
TWITTER
twitter.com/annajiyahsabah

Antara Aktiviti-Aktiviti Pertubuhan An-Najiyah

2 JUN 2019 (AHAD) 28 RAMADHAN 1440H

⏰ 09.30AM

🕌 Masjid UMS Kota Kinabalu

📜 Berkumpul dan memeriksa semula barang barang zakat

 🖋 Mula program agihan zakat dari rumah kerumah asnaf.

Misi Agihan Zakat, Sedekah dan Fidyah - Bahagian 1



Sekitar Perkampungan berdekatan Alamesra Kota Kinabalu.




Misi Agihan Zakat, Sedekah dan Fidyah - Bahagian 2

Pengagihan sekitar Kelombong dan Kg. Likas.


 

Dijemput juga untuk menyertai media sosial kami berikut ini:

Facebook: fb.me/annajiyahsabah
Instagram: instagram.com/annajiyahsabah
Telegram: telegram.me/annajiyahsabah
YouTube: youtube.com/channel/UCikyYXGJNIFmEHSdwe8FSYQ
 

Isnin, 24 Februari 2020

Selamat Datang Ke Blog An-Najiyah Sabah

Ini adalah blog rasmi dari Pertubuhan Kebajikan An-Najiyah Saba.

Dijemput juga untuk menyertai media sosial kami berikut ini:

Facebook: fb.me/annajiyahsabah
Instagram: instagram.com/annajiyahsabah
Telegram: telegram.me/annajiyahsabah
YouTube: bit.ly/annajiyahsabah

WASIAT IMAM SYAFIE AGAR BERPEGANG DENGAN SUNNAH YANG SAHIH

Berikut adalah antara ucapan-ucapan Imam Syafie rahimhullah menerangkan agar berpegang teguh dengan sunnah Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam...